Nov 15 2008

Sekar Lawu

Published by andymse under Ketak-ketik

Sekar dalam bahasa Jawa adalah bunga, sedangkan Lawu adalah nama sebuah gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di tengah-tengah Karanganyar, Jateng, dan Kabupaten Magetan, Jatim. Jadi Sekar Lawu adalah “bunga gunung Lawu”.

Kebetulan, tanggal 13-15 November 2008 ini, di Sarangan, Kab. Magetan, saya mengikuti Lokakarya Evaluasi Program Pengembangan Ekonomi dan Sosial Berbasis Transparansi Pendapatan Migas. Program ini adalah kerjasama Local Government and Public Service Reform Initiative (LGI) dan Revenue Watch Institute (RWI) dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO). Sebagai daerah program dipilihkan Kawasan Blok Cepu, dimana sebagai mitra lokal di Kabupaten Blora adalah LPAW -Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana-, sedangkan di Kabupaten Bojonegoro, mitra lokalnya adalah Bojonegoro Institute.

Namun, sebelum acara lokakarya usai saya harus kembali pulang ke Solo, karena ada beberapa tugas lain yang harus saya kerjakan. Nah, dalam perjalanan pulang ini saya berkesempatan bertemu dengan Sekar Lawu yang saya artikan sebagai keindahan alam di seputar Gunung Lawu yang penuh dengan obyek wisata yang indah dan menakjubkan, potensi alam, pertanian, seni dan budaya, serta peninggalan purbakala.

Telaga Sarangan. Terletak di desa Sarangan Kabupaten Magetan, telaga indah yang sebenarnya bernama Telaga Pasir ini berada di ketinggian 1287m dari permukaan laut. Indah sekali. Tidak jauh dari Telaga Sarangan, ada sebuah air terjun yang sangat indah. Sayangnya, seiring dengan meningkatnya pengunjung, sarana dan prasarana pendukung sebuah obyek wisata tak urung dibangun di sana-sini, baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta. Di satu sisi, secara ekonomi akan membawa kemajuan, namun di sisi lain ada keprihatinan juga ketika alam makin lama makin rusak. Saya juga sempat melihat ada bunga edelweis yang dijajakan di kios-kios souvenir di seputar Telaga Sarangan.

Tawangmangu. Terletak di desa Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dimana terdapat sebuah air terjun setinggi 81meter yang terkenal dengan sebutan Grojogan Sewu.

Di tengah-tengah Sarangan dan Tawangmangu terdapat kawasan Cemorosewu dan Cemorokandang yang sudah sangat akrab dengan para pendaki gunung. Di antara Tawangmangu-Karanganyar ke arah utara terdapat pula obyek wisata purbakala yaitu Candi Sukuh. Bila sedulur sekalian kenal dengan Pak Harto, Presiden RI yang bertahta semenjak saya masih belum nalar sampai saya punya anak 2, pasti juga kenal dengan Giribangun tempat Pak Harto dikebumikan yang juga terletak di tanah Karanganyar.

Selama bertahun-tahun sebelumnya, menemani perjalanan antara Tawangmangu-Sarangan akan selalu disuguhi tanjakan dan tikungan yang sangat keterlaluan. Namun sekarang telah dibangun jalan baru yang lebar dan lebih landai walaupun jarak tempuhnya lebih jauh karena harus berkelak-kelok mengelilingi bukit-bukit. Walaupun di banyak ruas jalan belum selesai dikerjakan, setidaknya sudah lebih nyaman daripada sebelumnya. Dalam hal ini saya acung jempol kepada pemerintah. Saya dapat membayangkan, bahwa membangun jalan di daerah pegunungan di ketinggian mencapai 1500 meter dari permukaan laut, pasti mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, dan tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun, bila arus transportasi di kawasan Gunung Lawu itu lebih lancar, dampaknya terhadap perekonomian juga signifikan.

Sekar Lawu terakhir yang saya kunjungi adalah pemilik blog www.sekarlawu.blogspot.com. Mbak Ayik, demikian panggilan akrabnya adalah istri dari seorang ganteng bernama Bapak Karyadi, dan ibu dari dua cewek manis bernama Karin dan Ais ini adalah anggota DuoKribo.

Berkunjung ke rumah mbak Ayik sangat gampang. Tinggal cari Kodim Karanganyar, masuk gapura di depannya, kira-kira 300 meter kemudian belok ke kiri. Hafalkan dulu gambar yang ada di header www.sekarlawu.blogspot.com, Insya Allah sampai sekarang masih sama. Mbak Ayik orangnya sangat asyik banget. Beliau seumuran dengan kakak perempuan saya, kira-kira setahun lebih tua dari bu Noor, ibunya Diki dan Nanin. Berbeda ketika saya kopdar dengan pak Sawali, dimana saya langsung berpelukan seolah sahabat lama, saya tidak berani melakukan  hal serupa ketika bertemu mbak Ayik.. Iso kojur aku!… Hehehe… Terpaksa deh! dalam kopdar kali ini saya macak sopan dan isinan bangets… Padahal sebetulnya saya pengin minta tambah teh hangat dan ambil lagi wingko babat yang disuguhkan kepada saya, hihihi…

Yang hampir sama adalah, saya berkunjung pada waktu yang kurang tepat. Karin, putri sulung mbak Ayik beberapa jam sebelumnya jatuh dari sepeda motor. Bonyok deh pipinya yang gembil seperti Nanin itu.

Yeach…. semoga cepat sembuh ya Karin…

Tidak begitu lama saya mampir di tempat Sekar Lawu terakhir ini karena saya menyadari bahwa mbak Ayik harus merawat Karin. Saya segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Solo.  Lain kali saya akan bercerita tentang mbak Ayik ini  bila telah berhasil mengajak keluarga ke Karanganyar yang sebetulnya tidak begitu jauh dari Solo.

Ssssssttt… kalau mbak Ayik baca ini, pasti dalam hati merasa bahwa Sekar Lawu yang paling mempesona adalah beliau sendiri, haiyyah…

44 responses so far

Nov 10 2008

Gambar Vektor

Published by andymse under Ketak-ketik

Berulang kali dolan ke blog-nya Mantan Kyai (XKH), berulang kali pula beliau pamer gambar vektor, ya saya jadinya tertarik banget. Tadi malam saat berkomentar di blog beliau dan VEKTORnya, saya malah mengungkapkan keinginan untuk ngaji belajar bikin gambar vektor kepada pak mantan kyai.

Nah… tadi saat berkunjung ke blog saya ini (2008/11/10, 1:37 PM), XKH berkomentar: “aku bikin vector (tepatnya vexel) cuman bermodal sotosop doang”, (maksudnya Photoshop)…

Wedew.. bisa dicoba tuh! Continue Reading »

123 responses so far

Nov 09 2008

catatan sela -1

Published by andymse under Mobile Blogging

hari minggu 09/11/2008 ini, seharian televisi ramai memberitakan eksekusi mati amrozy, mukhlas, dan imam samudra. berbagai perasaan bercampur aduk dalam diri saya. sejujurnya saya dapat dikatakan hampir-hampir tidak peduli, itu karena saya juga menghadapi berbagai permasalahan kehidupan yang cukup pelik. namun, berbagai pertanyaan dalam hati tak urung mendorong untuk menulis sesuatu. Continue Reading »

33 responses so far

Nov 08 2008

Parijotho

Published by andymse under Foto, Fren

Bagi masyarakat Jawa, apalagi pecinta kesenian tradisional, tentunya sudah akrab dengan Tembang Macapat Sinom Parijotho, gubahan Sunan Muria.

Raden Umar Syaid atau Raden Said, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Muria adalah salah seorang dari 9 Wali di Tanah Jawa yang terkenal dengan sebutan Walisanga atau Walisongo. Beliau adalah salah seorang penyokong Kerajaan Demak Bintoro, dan ikut berperan dalam mendirikan Masjid Demak. Mendapat gelar Sunan Muria, karena beliau berdakwah di kalangan rakyat jelata di daerah-daerah di lereng Gunung Muria di sebelah utara kota Kudus sekarang, sampai wafatnya pun beliau dimakamkan di Gunung Muria. Sama seperti ayahnya -Sunan Kalijaga,- dan adik iparnya -Sunan Kudus-, dalam berdakwah, Sunan Muria mempertahankan kesenian Jawa yang sangat digemari masyarakat pada saat itu. Beliaulah pencipta gending Sinom dan Kinanti.

Saya tidak akan bercerita tentang tembang-tembang dan gending-gending Jawa itu, melainkan tentang tumbuhan yang (bisa jadi) menginspirasi Sunan Muria dalam menggubah Sinom Parijotho. Continue Reading »

81 responses so far

Nov 07 2008

PR yang Curang

Published by andymse under Opini

Beberapa hari lalu saya mendapat pingback dari Anton Sulistiyono (http://cerita.asia/berbagi/diari-online/pr-dari-mas-bayu-mukti), isinya tentang pembagian PR…

Seperti yang saya lakukan ketika mendapat award, saya menelusur darimana PR yang saya dapatkan. Ternyata Anton Sulistiyono mendapatkan dari Bayu Mukti (http://www.bayumukti.com/pr-kalau-saja/), sedangkan Bayu Mukti tidak mendapatkan dari siapapun. Sebetulnya hal itu tidak apa-apa, seperti halnya award, siapapun bisa membuatnya dan menyebarkan ke blogger siapa saja yang ditargetkannya. Akan tetapi, saya melihat ada kecurangan, yaitu Bayu Mukti tidak menyebutkan bahwa dia membuat daftar pertanyaan dan menyebarkannya, melainkan menyebutkan bahwa PR itu didapat dari blogger keren (link to: http://bayumukti.com) alias dia sendiri.

Tentu saja ini TIDAK FAIR, pun tidak sesuai dengan azas perbloggeran yang saya anut yaitu menjalin silaturahmi dengan jujur… Continue Reading »

No responses yet

Nov 06 2008

Goa Kiskendo

Published by andymse under Foto, Kendal Beribadat

Saya tidak tahu, ada berapa jumlah Goa Kiskendo di dunia ini. Setahu saya di Kulonprogo, di perbukitan Menoreh ada Goa Kiskendo –disebutkan di website (yang selalu telat apdet) Badan Pariwisata Daerah, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta– . Selain itu, di Kendal juga ada Goa Kiskendo. Entah dimana lagi, mungkin saja di India juga ada Goa Kiskendo, hehehe… Continue Reading »

67 responses so far

Next »

  • Blogger's Code of Conduct

    1. We take responsibility for our own words and for the comments we allow on our blog.
    Kita bertanggungjawab tidak hanya pada tulisan kita sendiri, tapi pada setiap komentar atas tulisan di blog kita.
    2. We won't say anything online that we wouldn't say in person.
    Bila kita tidak berani mengatakan sesuatu secara langsung kepada orang yang bersangkutan, kita tidak akan menulisnya di blog.
    3. We connect privately before we respond publicly.
    Kita melakukan kontak secara pribadi dulu sebelum mempublikasikan seseorang di blog.
    4. When we believe someone is unfairly attacking another, we take action.
    Kalau kita yakin ada seseorang yang secara tidak benar menyerang orang lain, kita juga bertindak.
    5. We do not allow anonymous comments.
    Kita tidak mengijinkan komentar anonimus.
    6. We ignore the trolls.
    Kita abaikan orang-orang iseng.
    sumber: Tim O'reilly, sumber terjemahan:Blog Pattiro Raya

  • Google Pagerank Checker
  • ..::yes we can::....::yes we can::....::yes we can::....::yes we can::....::yes we can::....::yes we can::....::yes we can::..
    close
    mohon maaf, hampir minggu saya libur nge-blog, karena harus menyelesaikan tugas di dunia nyata